“TUGAS
ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR ASFIKSIA”
Dosen
Pengampu : Sudarti, M. Kes
Disusun Oleh :
Nama : RISNA
FITRI ASTUTI
NIM : 10150009
Kelas : A.71
PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2011/2012
Seorang Ibu hamil G1P0A0
mau melahirkan di bidan BPM umur kehamilan 40 minggu bayi lahir tidak
menangis, megap-megap, warna kulit kebiruan. Jelaskan tindakan yang dilakukan
oleh bidan apabila bayi tidak menangis?
TATALAKSANA
RESUSITASI BAYI BARU LAHIR
Setelah melakukan
penilaian dan memutuskan bahwa BBL perlu resusitasi, tindakan resusitasi harus segera dilakukan. Penundaan
pertolongan akan membahayakan bayi. Pemotongan tali pusat dapat dilakukan di atas perut ibu atau
dekat perineum. Tindakan yang dapat dilakukan oleh bidan pada bayi tidak
menangis, napas megap-megap dan warna kulit kebiruan saat bayi lahir yaitu
melakukan resusitasi langkah awal dan dapat juga di lanjutkan dengan resusitasi
VTP (ventilasi tekanan positip) apabila bayi belum juga dapat bernapas normal.
Penanganan Asfiksia pada
Bayi Baru Lahir
Tindakan
resusitasi bayi baru lahir mengikuti tahapan-tahapan yang dikenal sebagai ABC
resusitasi, yaitu :
1.
Memastikan saluran terbuka
a.
Meletakkan bayi dalam posisi kepala defleksi bahu
diganjal 2-3 cm.
b.
Menghisap mulut, hidung dan kadang trachea.
c.
Bila perlu masukkan pipa endo trachel (pipa ET) untuk
memastikan saluran pernafasan terbuka.
2.
Memulai pernafasan
a.
Memakai rangsangan taksil untuk memulai pernafasan.
b.
Memakai VTP bila perlu seperti : sungkup dan balon pipa
ETdan balon atau mulut ke mulut (hindari paparan infeksi).
3.
Mempertahankan sirkulasi
a.
Rangsangan dan pertahankan sirkulasi darah dengan cara
b.
Kompresi dada.
c.
Pengobatan
Tindakan
Resusitasi Bayi Baru lahir dengan Tidak Bernapas atau Bernapas Megap-megap.
Tahap I : Langkah Awal
Langkah ini perlu dilakukan dalam waktu
30 detik. Bagi kebanyakan bayi baru lahir, 6 langkah awal dibawah ini cukup
untuk merangsang bayi bernapas spontan dan teratur (Sambil melakukan langkah
awal ini : Beritahukan ibu dan keluarga, bahwa bayinya perlu pertolongan napas;
Mintalah salah seorang keluarga mendampingi ibu untuk member dukungan
moral, menjaga ibu dan melaporkan bila ada perdarahan ).
Adapun 6 langkah awal tersebut adalah :
1. Jaga
Bayi tetap hangat :
Bagi bidan/Tenaga kesehatan yang sudah terbiasa :
a.
Letakkan bayi di atas kain yang ada di
atas perut ibu,
b.
Bungkus bayi dengan kain tersebut,
potong tali pusat,
c.
Pindahkan bayi ke atas kain di tempat
resusitasi.
Bagi bidan/tenaga kesehatan yang belum terbiasa melakukan tindakan di
atas, lakukan
sbb :
a.
Potong tali pusat di atas kain yang ada
di bawah perineum ibu.
b.
Letakkan bayi di atas kain 45 cm dari
perineum ibu,
c.
Bungkus bayi dengan kain tersebut,
d.
Pindahkan bayi di tempat resusitasi.
2. Atur
Posisi Bayi
a.
Baringkan bayi terlentang dengan kepala
didekat penolong.
b.
Ganjal bahu agar kepala sedikit
ekstensi.
3. Isap
Lendir, Gunakan alat penghisap lender De Lee dengan cara sbb:
a.
Isap lendir mulai dari mulut dulu,
kemudian dari hidung,
b.
Lakukan pengisapan saat alat pengisap
ditarik keluar, tidak pada waktu memasukkan,
c.
Jangan lakukan pengisapan terlalu dalam
( jangan lebih dari 5 cm ke dalam mulut atau lebih dari 3cm ke dalam hidung ),
hal itu dapat menyebabkan denyut jantung bayi menjadi lambat atau bayi tiba-tiba
berhenti bernapas.
4. Keringkan
dan Rangsang bayi
a.
Keringkan bayi mulai dari muka, kepala
dan bagian tubuh lainnya dengan sedikit tekanan.
b.
Rangsangan ini dapat membantu bayi baru
lahir mulai bernapas atau tetap bernapas.
c.
Lakukan rangsangan taktil dengan
beberapa cara di bawah ini :
a)
Menepuk atau menyentil telapak kaki,
b)
Menggosok punggung, perut, dada atau
tungkai bayi dengan telapak tangan.
5. Atur
kembali posisi kepala bayi dan bungkus bayi
a.
Ganti kain yang telah basah dengan kain
yang di bawahnya,
b.
Bungkus bayi dengan kain tersebut,
jangan menutupi muka dan dada agar bisa memantau pernapasan bayi,
c.
Atur kembali posisi kepala bayi sehingga
kepala sedikit ekstensi.
6. Lakukan
Penilaian Bayi
Lakukan penilaian apakah bayi bernapas normal, tidak bernapas atau
bernapas megap-
megap ?
a.
Bila bayi bernapas normal, berikan bayi
kepada ibunya :
Letakkan
bayi di atas dada ibu dan selimuti keduanya untuk penghangatan dengan cara kontak
kulit bayi ke kulit ibu,
b.
Anjurkan ibu untuk menyusui bayi sambil
membelainya.
c.
Bila bayi tidak bernapas atau bernapas
megap-megap, mulai lakukan ventilasi bayi.
Tahap II : VTP (Ventilasi Tekanan
Positip)
Ventilasi adalah merupakan tahapan
tindakan resusitasi untuk memasukkan sejumlah volume udara ke dalam paru dengan
tekanan positip untuk membuka alveoli paru agar bayi bisa bernapas spontan atau
teratur.
Langkah-langkah :
1. Beritahu
ibu dan keluarga bahwa bayinya masih belum dapat bernapas dengan normal dan
akan dilakukan tindakan selanjutnya
2. Pasang
dan pegang sungkup agar menutupi dagu, mulut, hidung.
3. Melakukan
ventilasi percobaan dua kali dengan tekanan 30 cm , bila dada mengembang,
lakukan tahap berikutnya.
1) Pompa
balon sungkup untuk membuka alveoli paru agar bayi mulai bernapas dan menguji
apakah jalan napas bayi terbuka.
2) Lihat
apakah dada bayi mengembang
3) Bila
tidak mengambang (periksa posisi sungkup dan pastikan tidak ada udara yang
bocor. Periksa posisi kepala, pastikan posisi sudah sedikit ekstensi. Periksa
cairan atau lendir di mulut. Bila ada lendir dan cairan lakukan hisapan).
4. Melakukan
ventilasi 20 kali dalam 30 detik, sampai bayi mulai menangis dan bernapas
spontan dan pastikan dada mengembang saat dilakukan tiupan atau pompaan
5. Bila
bayi bernafas ventilasi dihentikan, dan berikan bayi pada ibu untuk disusui
6. Bila
bayi belum bernapas ventilasi diulang sampai 2 menit dengan melakukan penilaian
setiap 30 detik. Ventilasi yang ketiga dan keempat disambungkan dengan oksigen.
7. Hentikan
ventilasi yang keempat dan lakukan penilaian lagi.
8. Bila
bayi tidak bernapas selama 2 menit, resusitasi dilanjutkan dan bayi segera
dirujuk (selama merujuk tetap dilakukan VTP 20 kali dalam 30 detik)
9. Lakukan
penilaian bayi yang meliputi warna kulit, pernafasan, dan detak jantung setiap
selesai VTP
10. Bila
bayi tidak bernafas selama 20 menit resusitasi dihentikan, berikan konseling
terhadap ibu bahwa bayinya tidak dapat tetolong.
11. Bila
bayi menangis, berikan pada ibu untuk disusui dan lakukan perawatan bayi baru
lahir normal.
12.
Berikan selimut dan pesan tanda bahaya
bayi pada ibu yang meliputi warna, nafas, dan aktifitas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar