Jumat, 04 Mei 2012

TINDAKAN PADA BBL ASFIKSIA


“TUGAS ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR ASFIKSIA”
Dosen Pengampu : Sudarti, M. Kes


Disusun Oleh :
                                    Nama    : RISNA FITRI ASTUTI
                                    NIM      : 10150009
                                    Kelas    : A.71


PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2011/2012




Seorang Ibu hamil G1P0A0 mau melahirkan di bidan BPM umur kehamilan 40 minggu bayi lahir tidak menangis, megap-megap, warna kulit kebiruan. Jelaskan tindakan yang dilakukan oleh bidan apabila bayi tidak menangis?
TATALAKSANA RESUSITASI BAYI BARU LAHIR
Setelah melakukan penilaian dan memutuskan bahwa BBL perlu resusitasi, tindakan resusitasi harus segera dilakukan. Penundaan pertolongan akan membahayakan bayi. Pemotongan tali pusat dapat dilakukan di atas perut ibu atau dekat perineum. Tindakan yang dapat dilakukan oleh bidan pada bayi tidak menangis, napas megap-megap dan warna kulit kebiruan saat bayi lahir yaitu melakukan resusitasi langkah awal dan dapat juga di lanjutkan dengan resusitasi VTP (ventilasi tekanan positip) apabila bayi belum juga dapat bernapas normal.
Penanganan Asfiksia pada Bayi Baru Lahir
Tindakan resusitasi bayi baru lahir mengikuti tahapan-tahapan yang dikenal sebagai ABC resusitasi, yaitu :
1.      Memastikan saluran terbuka
a.         Meletakkan bayi dalam posisi kepala defleksi bahu diganjal 2-3 cm.
b.         Menghisap mulut, hidung dan kadang trachea.
c.         Bila perlu masukkan pipa endo trachel (pipa ET) untuk memastikan saluran pernafasan terbuka.
2.      Memulai pernafasan
a.       Memakai rangsangan taksil untuk memulai pernafasan.
b.      Memakai VTP bila perlu seperti : sungkup dan balon pipa ETdan balon atau mulut ke mulut (hindari paparan infeksi).
3.      Mempertahankan sirkulasi
a.       Rangsangan dan pertahankan sirkulasi darah dengan cara
b.      Kompresi dada.
c.       Pengobatan




Tindakan Resusitasi Bayi Baru lahir dengan Tidak Bernapas atau Bernapas Megap-megap.
Tahap I : Langkah Awal
Langkah ini perlu dilakukan dalam waktu 30 detik. Bagi kebanyakan bayi baru lahir, 6 langkah awal dibawah ini cukup untuk merangsang bayi bernapas spontan dan teratur (Sambil melakukan langkah awal ini : Beritahukan ibu dan keluarga, bahwa bayinya perlu pertolongan napas; Mintalah salah seorang keluarga mendampingi ibu untuk member dukungan moral, menjaga ibu dan melaporkan bila ada perdarahan ).
Adapun 6 langkah awal tersebut adalah :
1.      Jaga Bayi tetap hangat :
      Bagi bidan/Tenaga kesehatan yang sudah terbiasa :
a.       Letakkan bayi di atas kain yang ada di atas perut ibu,
b.      Bungkus bayi dengan kain tersebut, potong tali pusat,
c.       Pindahkan bayi ke atas kain di tempat resusitasi.
     Bagi bidan/tenaga kesehatan yang belum terbiasa melakukan tindakan di atas, lakukan  
    sbb :
a.       Potong tali pusat di atas kain yang ada di bawah perineum ibu.
b.      Letakkan bayi di atas kain 45 cm dari perineum ibu,
c.       Bungkus bayi dengan kain tersebut,
d.      Pindahkan bayi di tempat resusitasi.
2.      Atur Posisi Bayi
a.       Baringkan bayi terlentang dengan kepala didekat penolong.
b.      Ganjal bahu agar kepala sedikit ekstensi.
3.      Isap Lendir, Gunakan alat penghisap lender De Lee dengan cara sbb:
a.       Isap lendir mulai dari mulut dulu, kemudian dari hidung,
b.      Lakukan pengisapan saat alat pengisap ditarik keluar, tidak pada waktu memasukkan,
c.       Jangan lakukan pengisapan terlalu dalam ( jangan lebih dari 5 cm ke dalam mulut atau lebih dari 3cm ke dalam hidung ), hal itu dapat menyebabkan denyut jantung bayi menjadi lambat atau bayi tiba-tiba berhenti bernapas.
4.      Keringkan dan Rangsang bayi
a.       Keringkan bayi mulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya dengan sedikit tekanan.
b.      Rangsangan ini dapat membantu bayi baru lahir mulai bernapas atau tetap bernapas.
c.       Lakukan rangsangan taktil dengan beberapa cara di bawah ini :
a)         Menepuk atau menyentil telapak kaki,
b)        Menggosok punggung, perut, dada atau tungkai bayi dengan telapak tangan.
5.      Atur kembali posisi kepala bayi dan bungkus bayi
a.       Ganti kain yang telah basah dengan kain yang di bawahnya,
b.      Bungkus bayi dengan kain tersebut, jangan menutupi muka dan dada agar bisa memantau pernapasan bayi,
c.       Atur kembali posisi kepala bayi sehingga kepala sedikit ekstensi.
6.      Lakukan Penilaian Bayi
       Lakukan penilaian apakah bayi bernapas normal, tidak bernapas atau bernapas megap-
       megap ?
a.       Bila bayi bernapas normal, berikan bayi kepada ibunya :
Letakkan bayi di atas dada ibu dan selimuti keduanya untuk penghangatan dengan cara kontak kulit bayi ke kulit ibu,
b.      Anjurkan ibu untuk menyusui bayi sambil membelainya.
c.       Bila bayi tidak bernapas atau bernapas megap-megap, mulai lakukan ventilasi bayi.

Tahap II : VTP (Ventilasi Tekanan Positip)
Ventilasi adalah merupakan tahapan tindakan resusitasi untuk memasukkan sejumlah volume udara ke dalam paru dengan tekanan positip untuk membuka alveoli paru agar bayi bisa bernapas spontan atau teratur.
Langkah-langkah :
1.      Beritahu ibu dan keluarga bahwa bayinya masih belum dapat bernapas dengan normal dan akan dilakukan tindakan selanjutnya
2.      Pasang dan pegang sungkup agar menutupi dagu, mulut, hidung.
3.      Melakukan ventilasi percobaan dua kali dengan tekanan 30 cm , bila dada mengembang, lakukan tahap berikutnya.
1)      Pompa balon sungkup untuk membuka alveoli paru agar bayi mulai bernapas dan menguji apakah jalan napas bayi terbuka.
2)      Lihat apakah dada bayi mengembang
3)      Bila tidak mengambang (periksa posisi sungkup dan pastikan tidak ada udara yang bocor. Periksa posisi kepala, pastikan posisi sudah sedikit ekstensi. Periksa cairan atau lendir di mulut. Bila ada lendir dan cairan lakukan hisapan).
4.      Melakukan ventilasi 20 kali dalam 30 detik, sampai bayi mulai menangis dan bernapas spontan dan pastikan dada mengembang saat dilakukan tiupan atau pompaan
5.      Bila bayi bernafas ventilasi dihentikan, dan berikan bayi pada ibu untuk disusui
6.      Bila bayi belum bernapas ventilasi diulang sampai 2 menit dengan melakukan penilaian setiap 30 detik. Ventilasi yang ketiga dan keempat disambungkan dengan oksigen.
7.      Hentikan ventilasi yang keempat dan lakukan penilaian lagi.
8.      Bila bayi tidak bernapas selama 2 menit, resusitasi dilanjutkan dan bayi segera dirujuk (selama merujuk tetap dilakukan VTP 20 kali dalam 30 detik)
9.      Lakukan penilaian bayi yang meliputi warna kulit, pernafasan, dan detak jantung setiap selesai VTP
10.  Bila bayi tidak bernafas selama 20 menit resusitasi dihentikan, berikan konseling terhadap ibu bahwa bayinya tidak dapat tetolong.
11.  Bila bayi menangis, berikan pada ibu untuk disusui dan lakukan perawatan bayi baru lahir normal.
12.  Berikan selimut dan pesan tanda bahaya bayi pada ibu yang meliputi warna, nafas, dan aktifitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar